“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” [Yaa Siin 36:36]
Pasangan sering diartikan sebagai dua kutub yang berlawanan, misalnya : kanan dan kiri, atas dan bawah, pria dan wanita,kaya dan miskin dll. Pasangan sebenarnya adalah dua kondisi yang saling melengkapi atau saling membutuhkan.
Didalam kejadian sehari-hari, pada saat bersamaan sebenarnya kita terlibat dalam banyak pasangan pasangan. Misalnya :
Saat minum, kita telah berpasangan dengan air yang kita minum.
Air yang kita minum berpasangan dengan gelas (wadah).
Saat duduk kita berpasangan dengan kursi.
Kita berpasangan dengan pembantu, karena dia yang menyajikan minum.
Perhatikan saat mengambil gelas kopi,misalkan menggunakan tangan kanan, maka tangan kanan berpasangan dengan gelas, bukan dengan tangan kiri.
Tangan kiri justru berpasangan dengan rokok karena sedang memegang rokok.
Saat berjalan kaki, kalau menggunakan kaki kanan saja akan pincang, maka kaki kanan berpasangan dengan kaki kiri, tapi jangan lupa kaki anda juga berpasangan dengan jalan.
Begitulah seterusnya silakan lanjutkan sendiri.Dalam saat bersamaan mungkin kita terlibat dalam sekian juta pasangan.Di dalam tubuh dan skala mikroskopik seperti sel-sel tubuh juga terlibat dalam pasangan-pasangan dalam metabolisme nya.
Dalam bahasa yang umum, A berpasangan dengan B karena A dan B saling membutuhkan.
Dalam bahasa Ekonomi, Jika A dan B berpasangan maka terjadi transaksi uang atau barang antara A dan B.
Dalam bahasa Fisika, jika A dan B berpasangan akan terjadi aliran energi antara A dan B.
Dalam bahasa Metafisika,
jika A dan B berpasangan akan terjadi 'aliran ruh' antara A dan B.
Jadi A dan B adalah dua kondisi (potensi) yang berbeda yang menyebabkan terjadinya aliran transaksi ,energi, atau ruh.
Contoh dalam fisika dan ekonomi :
A Berpasangan dengan B
Gunung <------------------->Lembah =>Air mengalir dari gunung ke
lembah
Gardu Listrik <------------------->Rumah =>Listrik mengalir dari gardu
ke rumah
Laut <------------------->Darat =>Angin berhembus dari Darat
ke Laut atau sebaliknya
Pedagang <------------------->Pembeli => Transaksi uang dan barang
Demikianlah pasangan memegang peranan penting sebagai penyebab dinamika hidup, karena dalam pasangan tercipta beda potensial (kondisi).
Setiap aktivitas adalah kumpulan(resultan) dari banyak pasangan.
Pasangan Sumber Existensi
Pasangan sebagai sumber awal kehidupan bisa ditelusuri di Qur'an Qs al-Hadid [57]:3)
“Dia-lah (HU) Yang Maha Awal dan Yang Maha Akhir, Yang Maha Lahir dan Yang Maha Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Itulah pasangan-pasangan yang menjadi sumber kehidupan di alam semesta :
Awal dan Akhir, Lahir dan Batin.
Pasangan Rahman dan Rahim
Dalam Surat Pertama (Al-fatihah) dan Ayat pertama : "Bismillahirrahmanirrahim". Arrahman dan Arrahim disebut sekaligus, ini artinya pasangan. Pasangan Rahman dan Rahim bersinergi mewujud dalam pasangan-pasangan di alam semesta.Semua fenomena tidak akan lepas dari pasangan ini,oleh karena itu seorang muslim senantiasa melafalkannya dalam setiap aktivitas.
Bapa Rahma dan Ibu Rahmi
Jauh sebelum kedatangan Islam, Orang Sunda biasa memanggil kepada bapa dengan sebutan Rama (Jawa : Romo).Dan kepada ibu dengan panggilan ambu,umbi,umi. Ingat cerita Da Hyang Sumbi.Rama berasal dari kata Ra Ha Ma atau Rah Ma atau Ruh Ma.Ma menunjukan suatu yang agung,mulia,gagah,maskulin.Ingat tokoh Sri Rama dalam Ramayana.Pasangan Rah Ma adalah Rah Mi,Ruh Mi, atau Umi. sosok yang agung,mulia,pemurah, feminim.
Seperti itulah Bapa bagi orang Sunda : Rah nya yang Maha Agung : Ra Ma,gagah, maskulin,penerang (Ra).Bapa adalah perwujudan sifat Ar-Rahma(n). Ibu adalah sosok yang agung,feminim ,pemurah apapun yang diminta selalu dikasih (pengasih,pemurah).Ibu adalah perwujudan sifat ar-Rahim(i).
Bagi orang Sunda,Bapa dan Ibu tidak hanya sebagai sumber existensi fisikal (biologis) tetapi sumber existensi substansial (Ruh). 'Bapa nu Nya-ang an (menerangi,menyinari,pa nya-ang,penyayang) ,Ibu nu Nya-ah an (pengasih)'.Arrahman adalah Penyayang, ArRahim adalah Pengasih.
Jika ingin mengenal Rahmaniyah belajar lah kepada 'Bapa' dan jika ingin mengenal Rahimiyah belajarlah kepada Ibu.Nikah adalah mempertemukan pasangan Rahmaniyah dan Rahimiyah
Durhaka kepada Bapa dan Ibu adalah durhaka kepada sumber existensi : Rahman dan Rahim.Maka Existensi itu sendiri (kehidupan) yang akan menghukum nya.
Ibu Bumi, Bapa Matahari
Bumi berasal dari kata Ibu dan Umi.Bumi tempat kita hidup,tumbuh bekembang biak.Semua yang kita makan,kita gunakan berasal dari bumi.Persis seorang ibu,diinjak,dikotori,diludahi tapi tetap mengasihi.
Dan pada akhirnya,semua kembali ke bumi.Bumi adalah manifest Rahimiyah (nyaah,pengasih), bergurulah kepada ibu Bumi jika jika ingin mengenal Rahimiyah.
Matahari atau Sang Surya (Su Ra Ya). Tanpa Sang Surya pohon tidak akan tumbuh.Tidak akan ada hujan,karena air laut sebagai sumber hujan tidak akan menguap tanpa sang Surya.Sang Surya, Persis seorang bapa yang gagah, bersinar,menerangi, menjaga kelangsungan hidup anak-anak nya di bumi.Sang Surya adalah perwujudan Rahmaniyah (caang,Nyaang an,penyayang,penerang) Maka berguru lah kepada Bapa Matahari jika ingin mengenal Rahmaniyah.
Dalam cerita pewayangan, kita mengenal Dewi Uma (Umi), saktinya (istrinya) dewa Siwa (Batara Guru).Putera nya bernama Batara Kala.Itu adalah simbol Bumi,Matahari dan Waktu (Kala).
Rama (Bapa),Ibu (Umi),Surya (Matahari),dan Bumi adalah nama-nama agung yang memiliki nilai transendensi,bukan sekedar objek fisikal (biologis).Ini salah satu bukti bahwa leluhur kita adalah bangsa yang berperadaban bukan bangsa jahiliyah (bodoh).


