Kamis, 09 Juni 2016

Pasangan : Beda Potensial

Banyak ayat dalam al-Quran yang menyatakan tentang pasangan, diantaranya ini :
“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” [Yaa Siin 36:36]

Pasangan sering diartikan sebagai dua kutub yang berlawanan, misalnya : kanan dan kiri, atas dan bawah, pria dan wanita,kaya dan miskin dll. Pasangan sebenarnya adalah dua kondisi yang saling melengkapi atau saling membutuhkan.
 
Didalam kejadian sehari-hari, pada saat bersamaan sebenarnya kita terlibat dalam banyak pasangan pasangan. Misalnya :
Saat minum, kita telah berpasangan dengan air yang kita minum.
Air yang kita minum berpasangan dengan gelas (wadah).
Saat duduk kita berpasangan dengan kursi.
Kita berpasangan dengan pembantu, karena dia yang menyajikan minum. 
Perhatikan saat mengambil gelas kopi,misalkan menggunakan tangan kanan, maka tangan kanan berpasangan dengan gelas, bukan dengan tangan kiri.
Tangan kiri justru berpasangan dengan rokok karena sedang memegang rokok.
Saat berjalan kaki, kalau menggunakan kaki kanan saja akan pincang, maka kaki kanan berpasangan dengan kaki kiri, tapi jangan lupa kaki anda juga berpasangan dengan jalan.
Begitulah seterusnya silakan lanjutkan sendiri.Dalam saat bersamaan mungkin kita terlibat dalam sekian juta pasangan.Di dalam tubuh dan skala mikroskopik seperti sel-sel tubuh juga terlibat dalam pasangan-pasangan dalam metabolisme nya.

Dalam bahasa yang umum, A berpasangan dengan B karena A dan B saling membutuhkan.
Dalam bahasa Ekonomi, Jika A dan B berpasangan maka terjadi transaksi uang atau barang antara A dan B.
Dalam bahasa Fisika, jika A dan B berpasangan akan terjadi aliran energi antara A dan B.
Dalam bahasa Metafisika,
jika A dan B berpasangan akan terjadi 'aliran ruh' antara A dan B.

Jadi A dan B adalah dua kondisi (potensi) yang berbeda yang menyebabkan terjadinya aliran transaksi ,energi, atau ruh. 
Contoh dalam fisika dan ekonomi :
 A      Berpasangan  dengan      B
Gunung        <------------------->Lembah  =>Air mengalir dari gunung ke
                                                               lembah
Gardu Listrik <------------------->Rumah     =>Listrik mengalir dari gardu 
                                                               ke rumah
Laut            <------------------->Darat       =>Angin berhembus dari Darat 
                                                                ke Laut atau sebaliknya

Pedagang     <------------------->Pembeli   => Transaksi uang dan barang

Demikianlah pasangan memegang peranan penting sebagai penyebab dinamika hidup, karena dalam pasangan tercipta beda potensial (kondisi).
Setiap aktivitas adalah kumpulan(resultan) dari banyak pasangan.

Pasangan Sumber Existensi
Pasangan sebagai sumber awal kehidupan bisa ditelusuri di Qur'an Qs al-Hadid [57]:3)
“Dia-lah (HU) Yang Maha Awal dan Yang Maha Akhir, Yang Maha Lahir dan Yang Maha Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Itulah pasangan-pasangan yang menjadi sumber kehidupan di alam semesta :
Awal dan Akhir, Lahir dan Batin.  



Pasangan Rahman dan Rahim 
Dalam Surat Pertama (Al-fatihah) dan Ayat pertama : "Bismillahirrahmanirrahim". Arrahman dan Arrahim disebut sekaligus, ini artinya pasangan. Pasangan Rahman dan Rahim bersinergi mewujud dalam pasangan-pasangan di alam semesta.Semua fenomena tidak akan lepas dari pasangan ini,oleh karena itu seorang muslim senantiasa melafalkannya dalam setiap aktivitas.

Bapa  Rahma dan Ibu  Rahmi
Jauh sebelum kedatangan Islam, Orang Sunda biasa memanggil kepada bapa dengan sebutan Rama (Jawa : Romo).Dan kepada ibu dengan panggilan ambu,umbi,umi. Ingat cerita Da Hyang Sumbi.Rama berasal dari kata Ra Ha Ma atau Rah Ma atau Ruh Ma.Ma menunjukan suatu yang agung,mulia,gagah,maskulin.Ingat tokoh Sri Rama dalam Ramayana.Pasangan Rah Ma adalah Rah Mi,Ruh Mi, atau Umi. sosok yang agung,mulia,pemurah, feminim.
Seperti itulah Bapa bagi orang Sunda : Rah nya yang Maha Agung : Ra Ma,gagah, maskulin,penerang (Ra).Bapa adalah perwujudan sifat Ar-Rahma(n). Ibu adalah sosok yang agung,feminim ,pemurah apapun yang diminta selalu dikasih (pengasih,pemurah).Ibu adalah perwujudan sifat ar-Rahim(i). 

Bagi orang Sunda,Bapa dan Ibu tidak hanya sebagai sumber existensi fisikal (biologis) tetapi sumber existensi substansial (Ruh). 'Bapa nu Nya-ang an (menerangi,menyinari,pa nya-ang,penyayang) ,Ibu nu Nya-ah an (pengasih)'.Arrahman adalah Penyayang, ArRahim adalah Pengasih.
Jika ingin mengenal Rahmaniyah belajar lah kepada 'Bapa' dan jika ingin mengenal Rahimiyah belajarlah kepada Ibu.Nikah adalah mempertemukan pasangan Rahmaniyah dan Rahimiyah

Durhaka kepada Bapa dan Ibu adalah durhaka kepada sumber existensi : Rahman dan Rahim.Maka Existensi itu sendiri (kehidupan) yang akan menghukum nya. 

Ibu Bumi, Bapa Matahari
Bumi berasal dari kata Ibu dan Umi.Bumi tempat kita hidup,tumbuh bekembang biak.Semua yang kita  makan,kita gunakan berasal dari bumi.Persis seorang ibu,diinjak,dikotori,diludahi tapi tetap mengasihi.
Dan pada akhirnya,semua kembali ke bumi.Bumi adalah manifest Rahimiyah (nyaah,pengasih), bergurulah kepada ibu Bumi jika jika ingin mengenal Rahimiyah.

Matahari atau Sang Surya (Su Ra Ya). Tanpa Sang Surya pohon tidak akan tumbuh.Tidak akan ada hujan,karena air laut sebagai sumber hujan tidak akan menguap tanpa sang Surya.Sang Surya, Persis seorang bapa yang gagah, bersinar,menerangi, menjaga kelangsungan hidup anak-anak nya di bumi.Sang Surya adalah perwujudan Rahmaniyah (caang,Nyaang an,penyayang,penerang) Maka berguru lah kepada Bapa Matahari jika ingin mengenal Rahmaniyah. 

Dalam cerita pewayangan, kita mengenal Dewi Uma (Umi), saktinya (istrinya) dewa Siwa (Batara Guru).Putera nya bernama Batara Kala.Itu adalah simbol Bumi,Matahari dan Waktu (Kala).

Rama (Bapa),Ibu (Umi),Surya (Matahari),dan Bumi adalah nama-nama agung yang memiliki nilai transendensi,bukan sekedar objek fisikal (biologis).Ini salah satu bukti bahwa leluhur kita adalah bangsa yang berperadaban bukan bangsa jahiliyah (bodoh).

Kamis, 02 Juni 2016

Rekonstruksi I-L-A-H

Analogia
Sebelum membaca artikel ini sebaiknya membaca posting sebelumnya :Ungkapan Generik HA.
  
Di negara-negara Arab, AL digunakan untuk menunjuk kata benda.Di Israel menggunakan eL.Mirip kata "The" di Inggris. Jadi mudah dijelaskan dari AL + H menjadi Ilah atau Eloha. Tetapi dari AL menjadi ALLAH, ada pertanyaan yang mengganjal kenapa L nya dua ?
Kalau lafadz Allah (Alif Lam Lam Ha) dibaca kira-kira: AL LI LI HU ini artinya "Suatu bagi bagi Dia". Apa ini artinya. Mirip Tuhan nya orang Yahudi Yahweh "Dia adalah Dia".Saya menduga "Double L" ini berhubungan dengan Konotasi (Nilai Rasa) dalam bahasa Arab. Mirip metamorfosis dari Hu menjadi Hyang,atau Si menjadi Sang.
 Konotasi apa yang dimaksud ?.yang paling memahami konotasinya adalah bangsa Arab sendiri sebagai pengguna kata yang sudah ratusan tahun.Karena nilai rasa itu hanya dapat difahami kalau digunakan bertahun-tahun.
Banyak pembahasan Tasawuf mengenai hal ini, yang sangat berkesan "Arabic" dengan memperkenalkan istilah-istilah yang ruwet, padahal yang dibahas cuma empat huruf. Diperkenalkan lah isitilah zat,nama,asma, af'al,lam jamal,lam jalal. Kalau lafadz A-L-L-A-H ini milik universal, maka siapapun bisa memahami lewat apapun yang dimilikinya.

Mari kita gunakan ,seperti cara menamai burung, yaitu lewat cara menghasilkan bunyi-bunyi itu.
Perhatikan cara mengucapkan HA atau AH. Coba hilangkan huruf H , tinggal A.Ini terjadi Jika  mulut hanya dibuka tanpa suara apapun.Huruf A demikian juga I,U,E,O berhubungan dengan membuka mulut.Tanpa membuka mulut tidak mungkin mengucapkan apapun.Maka A berfungsi sebagai  konstruksi,bangunan,atau wadah.  Dan  H berfungsi sebagai : Isi , yaitu udara dari hembusan nafas. Untuk menghasilkan bunyi harus berpasangan A sebagai wadah dan H sebagai Isi 

A berpasangan dengan H

Bunyi yang dihasilkan sangat sederhana ha atau ah, dimana bayi,tuna wicara, dan binatang pun bisa melakukannya.


Tentunya,untuk menghasilkan bunyi yang lengkap dan jelas harus menggunakan kombinasi yang lengkap :Bibir,tenggorokan,lidah,langit-langit dll. Tapi ,perhatikan ada alat yang berfungsi seperti sutradara yaitu : Lidah (Letah,iLat). Lidah lah yang membedakan orang normal dengan tuna wicara, bukan bibir,bukan gigi.

Mari kita sisipkan L diantara A dan H : A-L-H
Ini adalah turunan pertama dari : AH atau HA.
Salah satu contoh variant nya adalah :ALAH,HALA,ULAH,ILAH,HELO dll.

Kita telah menemukan kata-kata Alah dan Ilah yang dihasilkan oleh para pemain utama : Mulut,Lidah ,Nafas. 

Selanjutnya,mari kita gunakan kecerdasan rasa dari ungkapan tentang lidah.
Ingat kata pepatah :"Pandai bersilat Lidah".
Orang yang pandai bicara,atau banyak bicara(cerewet), sepertinya lidah nya ada dua.
Untuk menunjukan keseriusan, biasanya bunyinya keras, sering diungkapkan dengan 2 atau lebih huruf.
contoh orang marah : sssiiaaaallan  !!!
atau sedang menyesal: aaammmpuuuunnnnn !!!.
Double L (LL) kira kira artinya :
-Serius menjaga lidah (Hati-hati). atau
-Banyak menggunakan lidah (Cerewet,Pandai bicara) .


Seperti disambung -sambung kah? ,baik lupakan lah bunyi.Lihat bentuk, diantara Alif dan Hu : adalah gambar Lidah.
dan L adalah gambar Lidah, maka fokus kita adalah Lidah.
Nah,mari tambahkan L satu lagi jadilah : A-L-L-H ->A-L-L-A-H
Nampaknya phrasa ini : A-L-L-A-H , bukan hanya milik orang Arab.Dengan menelusuri alat-alat penghasil kata nya, maka lafadz itu artinya kira-kira:
"Mulut-Lidah-Lidah-Nafas"

Philosophia
Dari analogi diatas, kita bisa menebak :
Ungkapan : ALLAH ,artinya :
                    Hati-hati menjaga lidah
Orang yang hati-hati menjaga lidah akan hati -hati berpikir,melangkah dan bertingkah.


Selanjutnya mari kita maknai  lafadz ALLAH dengan cara mengembangkan analogi:

A                  -L L                  -H
Alif               -Lam Lam          -Hu
Mulut            -Lidah               -Nafas
Wadah          -Cara Mengolah  -Isi
Gedung         -Arsitek             -Interior
Fisik/Lahir     -Jiwa                -Ruh/Bathin
Fana               -Relative            -Mutlak
Awal            -Sekarang          -Akhir
Pencipta       -Pemelihara        -Pelebur (Trimurti)
Tekad           -Kerja                -Pasrah 
Lahir            -Hidup               -Mati 
Alam Rahim  -Dunia                -Akhirat

Maka setiap objek memiliki dimensi Fisik (Alif),dimensi Sifat,Rasa,Jiwa (Lam Lam) dan Ruh (Hu).Ternyata Alif Lam Lam Hu melekat dalam setiap objek. Bukan kah dalam al-Quran dinyatakan: "....dan Kami lebih dekat kepada nya dari pada urat leher nya ".

Dalam al-Quran :

 «هُوَ الْأَوَّلُ وَ الاَخِرُ وَ الظَّاهِرُ وَ الْبَاطِنُ وَ هُوَ بِکلُ‏ِّ شىَ‏ْءٍ عَلِیمٌ».
“Dia-lah (HU) Yang Maha Awal dan Yang Maha Akhir, Yang Maha Lahir dan Yang Maha Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs al-Hadid [57]:3)



Peran
Apa , Kapan, dan Dimana peran kita ?
Peran kita ditengah : Mengolah, Bekerja.
Sekarang ,di dunia ini, diantara Awal dan Akhir.  
Seperti lidah tak bertulang , 
Hidup adalah keseimbangan dinamis bergerak diantara pasangan : yang Awal dan Akhir, yang Lahir dan Bathin yang Fana dan Yang Mutlak.

===========================
Li-dah, bukan 'tongue'.